Membuatartikel yang tujuan akhirnya mempengaruhi pembaca membeli, ada 3 tahapan yang harus dilalui; Tahapan ini adalah tahapan psikologis calon pembeli sampai menjadi pembeli. Yaitu : Tahapan di mana calon pembeli menyadari sesuatu Awareness , Calon pembeli melakukan evaluasi masalah dan mencari solusi
TahapanBelajar Digital Marketing #1 Belajar. Di tahap ini kamu perlu mempelajari teori dan konsep digital marketing. Kamu bisa membaca artikel dan buku tentang digital marketing, menonton video dan mendengarkan podcast tentang digital marketing, dan belajar dari mereka yang lebih ekspert.
cAHvrO. Feb 01, 2023 Ariata C. 6menit Dibaca Materi belajar digital marketing kini sedang banyak dicari di mana-mana. Apalagi, digital marketing sekarang menjadi primadona dalam strategi pemasaran modern karena begitu efisien dan praktis. Bagaimana tidak? Anda tak perlu turun ke jalan dan membagikan selebaran produk terbaru. Cukup pasang foto atau video di akun sosial media, tulis caption menarik, dan publish! Tapi, belajar digital marketing untuk pemula sebenarnya susah-susah gampang. Ada banyak hal yang perlu dipelajari, seperti memahami perilaku pelanggan, membuat dan mengemas konten, hingga memilih strategi campaign. Masih banyak juga yang belum tahu harus mulai dari mana untuk mempelajari digital marketing. Jangan khawatir! Di artikel ini, kami akan memberikan panduan dan tips belajar digital marketing beserta tools dan website yang bisa dijadikan sumber belajar. Check it out! Kenapa Perlu Belajar Digital Marketing?Hampir semua go onlineBisa bikin bisnis online sendiriMampu bertahan dan bersaingPengembangan karierTahapan Belajar Digital Marketing untuk Pemula1. Pilih skill yang ingin dipelajari2. Mengikuti webinar3. Daftar kursus digital marketing4. Subscribe blog dan channel YouTube5. Join kursus analyticsSetelah Belajar Digital Marketing, Apa Lagi, Ya?Pilih produk dan pasar yang akan ditargetkanBuat websiteBuat blog Kenapa Perlu Belajar Digital Marketing? Sekarang, memahami arti digital marketing saja belum cukup untuk terjun di bidang ini. Ada banyak yang perlu dipelajari. Apalagi bidang ini melibatkan beragam marketing channel, seperti email, media sosial, dan mesin pencarian seperti Google. Dengan belajar digital marketing, Anda pun bisa tahu strategi yang paling tepat untuk bisnis Anda. Mengapa? Walaupun terlihat menjanjikan dan makin banyak peminatnya, tidak semua metode cocok untuk diterapkan ke bisnis Anda. Kalau Anda baru memulai, berikut alasan mengapa Anda perlu belajar digital marketing untuk pemula Hampir semua go online Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia bertambah cukup signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia APJII, pada tahun 2019-2020 Q2 saja jumlahnya sudah mencapai juta jiwa dari total populasi penduduk, yakni juta jiwa. Salah satu alasan utama dari perkembangan yang cukup pesat ini adalah mudahnya kepemilikan smartphone. Apalagi di masa pandemi. Internet seolah jadi kebutuhan pokok. Belajar dari rumah. Kerja juga dari rumah. Belum lagi membeli kebutuhan, seperti pakaian, makanan, dan obat-obatan. Meleburnya internet ke dalam gaya hidup masyarakat masa kini mengisyaratkan kalau Anda punya target pasar yang cukup besar. Belajar digital marketing pun tak akan percuma. Bisa bikin bisnis online sendiri Memang uang jadi modal utama untuk bangun bisnis. Tapi, kalau Anda mengembangkan bisnis di internet, skill digital marketing juga diperlukan. Dengan belajar digital marketing, Anda jadi tahu cara menargetkan audiens yang tepat, membuat tolok ukur dari keberhasilan promosi, hingga mengkalkulasi biaya iklan di beberapa saluran pemasaran. Selain itu, Anda juga bisa membangun brand awareness, mendatangkan prospek, dan meningkatkan penjualan menggunakan tool dan platform marketing. Mampu bertahan dan bersaing Netflix merupakan layanan streaming raksasa yang punya jutaan pelanggan di berbagai belahan dunia. Namun, tahukah Anda kalau perusahaan ini berawal dari jasa rental DVD? Ya… layaknya rentalan DVD yang pernah booming pada masanya. Sadar akan kebosanan masyarakat dalam menonton TV, yang banyak iklannya, Netflix mencoba merambah ke pasar digital dengan menawarkan layanan streaming berlangganan. Hasilnya, strategi ini menuai keberhasilan. Bayangkan kalau perusahaan ini tidak bertransformasi! Mungkin hanya akan tinggal nama saja. Begitu pula dengan bisnis. Anda tidak bisa terus-menerus mengandalkan pemasaran offline, terlebih kalau ingin menjangkau lebih banyak audiens dari berbagai kalangan. Mulailah belajar digital marketing dan selaraskan pemasaran offline dan online agar bisa berjalan beriringan. Bangun persona bisnis dan ciptakan reputasi online yang berkualitas. Pengembangan karier Masuknya Indonesia ke era digital menandai kalau berbagai sektor kehidupan kini sedang condong ke sistem yang serba digital dan otomatis. Salah satu contohnya adalah banyaknya perusahaan yang mulai sadar akan manfaat internet. Mereka akan berusaha untuk membangun brand awareness dan menjaring banyak pelanggan melalui online tool marketing. Tentu, untuk memaksimalkan ini semua, perusahaan butuh orang-orang ahli. Jika Anda menguasai digital marketing, peluang untuk mengembangkan karier akan terbuka lebar. Anda bisa bekerja sebagai SEO Specialist, Social Media Strategist, atau Customer Relationship Management Staff. Apalagi Anda bisa belajar digital marketing otodidak tanpa harus mengikuti pendidikan resmi. Banyak website dan online course yang menyediakan materi ini akan kami bahas nanti baik secara gratis maupun berbayar. Tahapan Belajar Digital Marketing untuk Pemula Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk belajar digital marketing, Anda tidak perlu mengikuti pendidikan formal. Sudah banyak sumber online yang bisa dimanfaatkan. Tapi, mulai dari mana dulu, nih? Yuk, kita bahas satu per satu. 1. Pilih skill yang ingin dipelajari Digital marketing bukan soal posting foto di Instagram atau unggah video di TikTok saja. Bidang ini juga mencakup optimasi SEO search engine optimization, email marketing, content marketing, blogging, dan bahkan PPC atau pay per click marketing. Memang semuanya sangat menarik untuk dipelajari. Tapi, tidak semuanya bisa diterapkan untuk pekerjaan atau bisnis yang sedang dijalankan. Ketahui dulu visi misi perusahaan atau goal yang ingin Anda raih secara personal di masa mendatang. Apakah Anda ingin membuat content marketing yang bisa mengonversi pembaca menjadi pelanggan? Atau ingin membuat kata-kata iklan yang menggugah emosi melalui skill copywriting? Atau justru ingin membawa website perusahaan selalu jadi nomor 1 di Google untuk suatu kata kunci? Pikirkanlah dengan matang. Lalu mulailah memilih topik pertama untuk dipelajari. 2. Mengikuti webinar Ada banyak cara belajar digital marketing sampai mahir. Salah satunya adalah dengan mengikuti webinar. Selain diisi oleh banyak pakar ahli, topik yang dibahas pun beragam. Mulai dari SEO marketing, PPC marketing, hingga social media marketing. Ada webinar yang diselenggarakan secara rutin tiap dua minggu atau malah sebulan sekali, dan ada juga webinar yang diadakan setahun sekali. Search Engine Journal menawarkan webinar mingguan dengan beragam topik, seperti tips kampanye iklan berbayar dan tips SEO yang berkaitan dengan kesehatan website. Sedangkan webinar tahunan, contohnya adalah brightonSEO. Di webinar ini, banyak banget pembicara yang akan memberikan insight-insight menarik. Ada yang berprofesi sebagai PR Director, Digital Marketing Consultant, dan bahkan Senior SEO Specialist. 3. Daftar kursus digital marketing Selain webinar, kursus online juga punya banyak manfaat dalam membangun fondasi digital marketing yang kuat. Tak perlu harus mengikuti yang berbayar jika saat ini Anda belum punya cukup dana. Banyak pelatihan digital marketing yang menawarkan enrollment gratis. Benar-benar tanpa pungutan biaya. Google Digital Unlocked, misalnya, yang menawarkan topik kursus Fundamentals of Digital Marketing. Di sini Anda akan mempelajari dasar-dasar digital marketing dan apa saja yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis. Kelas sertifikasi digital marketing lainnya yang juga memberi kesempatan belajar cuma-cuma meskipun beberapa topik berbayar adalah HubSpot Academy, Coursera, dan Udemy. 4. Subscribe blog dan channel YouTube Digital marketing merupakan bidang yang dinamis. Untuk SEO marketing saja, hampir selalu ada info terbaru. Belum lagi kalau Google melakukan perubahan secara besar-besaran pada algoritmanya. Nah, agar Anda tetap update dengan berita marketing terbaru, tidak ada salahnya subscribe blog dan channel YouTube yang membahas seputar pemasaran online ini. Moz, Content Marketing Institute, dan Neil Patel merupakan blog marketing yang bisa Anda ikuti dari sekarang. Bagaimana dengan channel YouTube? Kami rekomendasikan Backlinko, Ahrefs, dan Digital Marketing Institute. Happy learning! 5. Join kursus analytics Tak hanya teori, Anda pun harus menguasai skill analytics. Untuk apa? Tentu saja untuk melacak key metric kampanye iklan yang dilakukan, persona brand di internet, consumer behaviour, dan lain-lain. Dari sekian banyak platform analytics, kami sangat merekomendasikan Google Analytics. Bukan, bukan karena ini produknya Google. Tapi justru platform ini gratis dan mampu memberikan insight yang akan sangat membantu perkembangan bisnis Anda. Di platform ini, Anda akan tahu umur audiens yang mengakses dan berinteraksi di website, banyaknya transaksi, jumlah revenue, landing page mana saja yang punya performa terbaik, hingga bounce rate. Untuk mengoptimalkan tool ini, sebaiknya Anda ikuti terlebih dulu Google Analytics Academy. Kursus analytics ini memiliki dua tingkatan, yakni Pemula dan Tingkat Lanjut. Tersedia juga Google Analytics 360 jika Anda tertarik untuk mempelajari fitur-fitur canggih Google lainnya. Setelah Belajar Digital Marketing, Apa Lagi, Ya? Agar belajar digital marketing Anda makin asyik dan menarik, yuk, langsung saja terapkan langkah-langkah di bawah ini Pilih produk dan pasar yang akan ditargetkan Dalam pemilihan produk, jangan lakukan secara asal-asalan. Tentukan produk yang memberi solusi dan menjawab kebutuhan pasar. Ini akan memberi nilai dan karakteristik tersendiri bagi bisnis Anda. Orang-orang akan susah move on karena tahu Anda memberikan yang terbaik. Misalnya, Anda berencana menjual susu kambing berdasarkan fakta bahwa susu sapi kurang disarankan untuk anjing. Targetnya adalah pawrent yang masih membiarkan anjing kesayangannya meminum susu sapi. Dengan terus-menerus memberi edukasi, seperti manfaat dan fungsi susu kambing, niscaya produk Anda akan diperhitungkan. Buat website Kenapa, sih, harus buat website? Bukannya memiliki akun media sosial saja sudah lebih dari cukup? Memang media sosial menjadi salah satu corong pemasaran yang penyebaran informasinya sangat cepat. Penggunanya pun datang dari berbagai umur. Tapi untuk menampilkan katalog produk, informasi bisnis, detail harga, sistem pengiriman, press release, info diskon – semua ini tidaklah cukup dengan mengandalkan media sosial saja. Anda butuh website sebagai sumber tervalid, tepercaya, dan terakurat mengenai bisnis yang dijalankan. Apalagi sebanyak penduduk Indonesia masih menggunakan search engine, seperti Google, untuk menggali info suatu brand. Jadi, buat website untuk bisnis itu sangat penting! Di Hostinger, kami menyediakan online website builder untuk memudahkan pengguna yang belum paham coding tapi ingin bangun website sendiri. Tool ini menerapkan sistem drag-and-drop sehingga web langsung jadi dan online dalam hitungan jam! Nggak perlu buang-buang uang untuk sewa jasa web designer, kan? Buat blog Kan, sudah buat website, kenapa harus buat blog juga? Tulisan yang dikemas seapik mungkin akan memengaruhi emosi pembaca. Mereka akan melakukan sesuatu yang diharapkan oleh si penulis. Begitu juga dengan blog, yang notabene diisi dengan konten berupa tulisan disertai gambar kadang juga video. Anda bebas menulis apa saja selama itu masih berhubungan erat dengan bisnis yang dilakoni. Harapannya, postingan blog akan memengaruhi keputusan pembaca membeli produk. Blog juga jadi strategi jitu yang bisa mengubah status pembaca menjadi pelanggan setia. Tentu saja konten yang dihadirkan harus benar-benar berkualitas dan informatif. Dengan adanya blog, Anda pun dapat menerapkan strategi content marketing, email marketing bagi pembaca yang ingin terus update info di blog Anda, dan yang terutama Search Engine Marketing SEM. Kesimpulan Digital marketing semakin diperhitungkan sebagai strategi pemasaran yang cukup efektif di masa sekarang. Agar strategi ini berhasil dilakukan, Anda harus meluangkan waktu yang cukup untuk mempelajari bidang ini. Ada 5 tahapan belajar digital marketing, yaitu Pilih skill yang ingin dipelajari, karena tidak semua skill cocok diterapkan di bisnis atau kegiatan yang sedang Anda lakoni. Mengikuti webinar, akan banyak insight menarik dan informatif yang didapat dari ahlinya. Daftar kursus digital marketing, yang dapat Anda akses secara gratis atau berbayar di internet. Subscribe blog dan channel YouTube, seperti Ahrefs, Moz, dan Neil Patel. Join kursus analytics, untuk menyempurnakan skill analytics Anda. Digital marketing benar-benar beri peluang bagi Anda yang sedang membangun bisnis online. Jadi, luangkan waktu secukupnya untuk mulai belajar digital marketing ya. Selamat belajar! 😉 Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.
Tips Belajar Internet Marketing Dasar untuk Pemula Di bawah ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari internet marketing! Perkembangan internet yang begitu pesat saat ini mampu membawa banyak keuntungan dalam berbagai bidang kehidupan. Hampir semua orang saat ini bergantung pada teknologi yang lebih memudahkan, bahkan sekarang ini orang sudah mulai beralih dari belanja offline menjadi belanja online. Internet Marketing atau pemasaran melalui internet adalah salah satu ilmu wajib yang harus dimiliki terutama bagi Anda yang akan berjualan dengan sistem online. Untuk menjadi internet marketer yang handal memang tidaklah mudah, dibutuhkan pengalaman dan proses yang cukup panjang. Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal pada banner di bawah ini. Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Cara Menjadi Internet Marketing Pemula Ada berbagai cara yang perlu Anda ketahui agar dapat menjadi seorang internet marketing pemula yang dapat memberikan hasil yang sukses. Secara umum, berikut beberapa cara menjadi marketing pemula khususnya pada industri internet marketing Memiliki wawasan yang luas khususnya ilmu marketing. Memiliki penguasaan atau product knowledge yang baik. Memahami kebutuhan pengguna atau calon pembeli. Miliki jaringan bisnis dan relasi yang luas. Ketahui aspek-aspek yang kompetitor miliki. Mampu memetakan customer journey dan sales funnel yang tepat dan akurat. Mampu mengatur dan memanajemen strategi pemasaran yang sudah terencana. Itulah beberapa cara dan kebutuhan yang perlu Anda penuhi agar dapat menjadi seorang internet marketer pemula. Namun, jika belum mengetahui bagaimana cara belajar internet marketing dasar untuk pemula, Anda tidak membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang. Berikut beberapa tips mempelajarinya yang efektif dan dapat menjadi acuan dasar dalam belajar marketing online. Baca Juga Perbedaan Online Marketing dan Digital Marketing, Apa Saja? Riset Produk Dalam ilmu marketing, riset produk adalah kunci utamanya. Yang dibicarakan dalam bisnis online adalah keinginan pasar, bukan keinginan Anda semata. Jadi, jika Anda menjual produk yang sedang tren dan dibutuhkan banyak orang, maka besar kemungkinan Anda akan mendapatkan profit yang besar. Untuk mengetahui riset produk, cara yang paling mudah adalah melihat di marketplace besar di Indonesia mana saja produk yang menjadi best-sellernya. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk riset produk adalah menggunakan Google Trends. Berikut kita jelaskan cara risetnya Cobalah mulai dengan membuka Google Trends, dan pastikan Anda sudah login ke akun gmail. Kemudian pada kotak pencarian, cobalah masukkan kata kunci produk. Misalnya Anda ingin berjualan sepatu sneakers, maka masukkan kata kunci “sepatu sneakers” dan tekan enter. Setelah selesai, Anda akan melihat grafik seperti di bawah ini dari hasil kata kunci “sepatu sneakers”. Silakan amati grafiknya, jika grafik pencarian tersebut stabil berarti produk tersebut pencarian setiap bulannya stabil, tetapi jika grafik pencariannya menurun, lebih baik mencari produk lainnya yang lebih berpotensial untuk di jual. Riset Persaingan Setelah produk didapatkan, langkah selanjutnya adalah melakukan riset persaingan yang ada di pasar untuk mengetahui siapa saja pesaing yang akan Anda hadapi nanti. Dari riset pasar ini nantinya Anda akan mendapatkan gambaran terhadap lawan bisnis, sehingga paling tidak Anda bisa mengimbanginya atau memenangkan persaingan bisnis. Cara termudah melakukan riset persaingan bisnis adalah dengan melihat produk yang akan Anda jual di marketplace. Riset pesaing juga berguna untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan juga ancaman dari pesaing sehingga Anda juga dapat membandingkan produk dan strategi bisnis pesaing dari aspek-aspek tersebut. Dalam menentukan harga, Anda bisa menggunakan sistem Leader Pricing yaitu menentukan harga lebih rendah dari harga pasaran dengan keuntungan yang minim agar para konsumen bisa berpindah ke produk yang Anda jual. Cara ini bisa meningkatkan omzet penjualan, sehingga Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar. Membangun Database Konsumen Langkah penting selanjutnya dalam melakukan internet marketing adalah mengumpulkan dan membangun database konsumen, khususnya consumer insight. Hal ini berguna untuk memetakan konsumen potensial yang nantinya menjadi target distribusi internet marketing baik konten maupun penawaran. Membangun database konten berarti juga membangun koneksi karena pada dasarnya internet marketing bukan hanya tentang bagaimana produk bisa dicapai oleh konsumen tapi bagaimana produk dapat disadari dan dikenal oleh konsumen. Memilih Media Internet Marketing Langkah yang terakhir adalah memilih media internet marketing itu sendiri. Ada banyak pilihan strategi yang bisa Anda gunakan untuk memasarkan produk yang Anda miliki. Berikut ulasannya Facebook Marketing Facebook menjadi social media yang memiliki pengguna aktif terbanyak di dunia saat ini. Tak heran bila Facebook menjadi tempat marketing produk paling menjanjikan. Anda bisa membuat Facebook Fanpage yang berisi konten menarik agar bisa menaikkan branding dan awareness terhadap bisnis, sehingga omzet penjualan bisa ikut meningkat. Cara lainnya, Anda bisa menggunakan Facebook Ads untuk beriklan, di mana Anda juga bisa menentukan target market sesuai dengan produk yang Anda jual. YouTube Marketing Sekarang ini YouTube menjadi situs berbagi video yang paling banyak dikunjungi. Apalagi dengan maraknya paket Internet murah, menjadikan YouTube memiliki banyak pengunjung setiap harinya. Anda hanya perlu membuat channel berisi video ulasan produk Anda, Profil bisnis, atau konten-konten yang berkaitan dengan produk Anda kemudian unggah ke YouTube. Untuk menaikkan viewers, Anda dapat membagikan video Anda ke berbagai social media seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line, Google Plus, atau bahkan menggunakan layanan iklan YouTube. Baca Juga Strategi Video Marketing Jenis, Teknik, dan Langkah Membuatnya Website Marketing Website merupakan media yang paling efektif untuk menjalankan strategi marketing secara online. Dari sisi penjualan bisa lebih meningkat dan mampu menaikan brand bisnis yang Anda miliki. Dengan adanya website, konsumen dapat melihat segala produk yang Anda miliki dan melihat kualitas dari brand apakah dibuat secara asal-asalan atau secara profesional. SEO Marketing SEO atau Search Engine Optimization merupakan teknik marketing di mana Anda mampu mengoptimalkan mesin pencarian sebagai media cakupan bisnis Anda. Semakin bisnis Anda berada di halaman pertama dan peringkat satu dalam mesin pencarian, maka Semakin besar kesempatan Audiens dapat mengenal bisnins Anda. Ada tiga komponen utama dalam SEO yaitu riset keyword, on-page, dan off-page optimization. Baca juga SEM vs SEO, Ketahui Apa Saja Perbedaan dan Manfaatnya Content Marketing Content is a king. Anda tidak perlu menggunakan cara tradisional dengan melakukan iklan secara terang-terangan. Jika Anda sedang melihat televisi kemudian melihat iklan pastinya Anda akan kurang suka kemudian mengantinya ke saluran televisi yang lain, begitu juga di dunia internet marketing, orang akan pindah ke website lain jika menemukan iklan secara terang-terangan. Solusinya yaitu dengan content marketing. Pemasaran dengan memanfaatkan konten tidak akan langsung menjual dari produk yang Anda miliki, tetapi menjual nilai manfaat dan kegunaan dari produk yang dimiliki dengan disajikan berupa artikel, audio, video, dan presentasi. Kesimpulan Demikianlah pembahasan mengenai tips langkah-langkah belajar internet marketing untuk pemula yang bisa Anda jadikan acuan. Jika Anda berhasil mengimplementasi tips-tips di atas, maka Anda sudah pasti dapat mengembangkan wawasan pada bidang ilmu marketing khususnya online dan digital. Sebagai internet marketer pemula, tentunya Anda sudah memiliki kualifikasi untuk menyusun strategi marketing. Dengan menggunakan strategi yang tepat, maka profit yang didapat akan meningkat. Setelah proses online marketing berjalan dengan baik, Anda juga harus mulai melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. Dengan strategi marketing yang baik dan pengelolaan keuangan yang baik maka bisnis pun akan semakin berkembang. Salah satu strateginya adalah dengan menggunakan software yang dapat menunjang pengelolaan akuntansi dan keuangan bisnis. Mekari Jurnal adalah software akuntansi online yang memudahkan Anda dalam mengelola masalah keuangan bisnis Anda. Melalui Mekari Jurnal, Anda bisa melakukan pencatatan, pengecekan, dan penyimpanan data keuangan di mana pun dan kapanpun. Anda juga dapat melakukan pengelolaan stok barang langsung dalam satu platform. Untuk informasi tentang fitur lainnya silakan Anda kunjungi dan dapatkan free trial 14 hari untuk pengguna baru.
Content marketing dinilai sebagai bentuk pendekatan dalam kegiatan pemasaran yang efektif saat ini karena kemampuannya menghasilkan banyak konten unik untuk sasaran pasar yang beragam. Dan untuk bisa menjalankannya secara optimal, kita memerlukan strategi content marketing yang demikian, maka makin besar kemungkinan kita mendapatkan manfaat dari program ini. Entah itu meningkatnya kredibilitas brand, meningkatkan efisiensi biaya, hingga lancarnya kegiatan edukasi terhadap konsumen tentang produk atau layanan yang strategis content marketing juga semakin tinggi, karena setiap tahapan dalam kegiatan itu bisa dipantau secara jelas dan terukur untuk dioptimalkan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, program pemasaran bisa terus dikembangkan secara berkala. Program content marketing juga sebaiknya didukung pula dengan aktivitas pemasaran melalui paid media, di mana dampaknya lebih efektif dan cukup berpengaruh pada pertumbuhan bisnis.Baca juga Apa Itu Content Marketing? Tipe Content Marketing Apa yang Bisa Saya Jalankan?Namun, untuk mendapatkan berbagai manfaat content marketing dan mencapai hasil yang diharapkan, pemasar meski memiliki strategi yang kuat. Apa saja hal-hal yang penting diperhatikan saat membuat strategi content marketing agar efektif membantu kita mencapai tujuan?1. Riset sebagai dasar strategi content marketingIni merupakan tahap pertama namun cukup krusial dalam rumusan strategi apa pun; termasuk juga perlu dilakukan sebelum kita benar-benar membuat strategi content marketing dan masuk ke dalam tahap perencanaan. Berikut ini empat pertanyaan yang harus dijawab pemasar terkait tahapan iniAudiens"Konten seperti apa yang bisa membantu konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian?"Kompetitor"Apa saja jenis konten yang sudah digunakan oleh brand sejenis lainnya? Apa yang bisa dipelajari dari strategi pemasaran mereka termasuk seperti 'channel apa saja yang mereka gunakan untuk memasarkan produknya', atau hal baru apa yang belum mereka tawarkan?"Media"Di mana biasanya audiens yang disasar mencari informasi tentang suatu produk atau layanan?""Siapa figur berpengaruh yang memengaruhi mereka? Di saluran online mana biasanya mereka berinteraksi?"Tren"Apa yang sedang ramai dibicarakan konsumen ketika berinteraksi di media sosial atau media online?""Apa topik yang biasanya menarik perhatian mereka?"“Apa yang menarik perhatian mereka?”"Apa saja pertanyaan yang biasanya mereka lontarkan? Apa yang ingin mereka tahu atau menjadi kegelisahan sehari-hari?""Bagaimana cara mereka mencari informasi untuk menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sehari-hari?"Untuk menjawab sederet pertanyaan inilah, pemasar harus melakukan riset pemasaran yang tepat. Ada berbagai metode riset yang bisa digunakan, mulai dari cara konvensional seperti survei konsumen, wawancara, hingga metode netnography dan social media mendukung kelengkapan data itu juga, pemasar bisa melakukan competitor audit, untuk memahami kegiatan yang dilakukan brand sejenis lainnya; tentang bagaimana mereka melakukannya, juga peluang yang bisa juga Peran content marketing membantu membangun kredibilitas brandPemasar juga perlu mengenali lanskap media online dengan baik, untuk mengetahui media online yang tepat terkait audiens yang menjadi target pemasaran. Hal ini termasuk memetakan berbagai figur berpengaruh di internet dan media sosial. Serta tentunya, pemasar sudah semestinya memahami lanskap media berbayar di internet digital paid media.Penting untuk diingat bahwa riset harus dilakukan dengan instrumen, alat kerja, juga proses yang tepat dalam pengumpulan data, juga interpretasi dan penafsiran yang mendalam, serta mampu merefleksikan kondisi sebenarnya.2. Rencana pelaksanaan program content marketingTahapan berikutnya dalam membuat strategi content marketing adalah perencanaan. Pada tahap ini, pemasar menentukan hasil seperti apa yang dikehendaki; mulai dari apa persepsi serta dampak yang diinginkan terhadap brand, hingga perubahan perilaku audiens yang tahap ini pula pemasar merencanakan kapan konten yang digunakan untuk tujuan edukasi dan informasi akan dijalankan, serta kapan konten yang bertujuan menghibur dan menginspirasi "dimainkan". Terkait hal ini, pemasaran juga menentukan area fokus pada konten yang akan dibuat, juga termasuk jenis dan format konten yang akan digunakan.Pencapaian dari tahap ini adalah terciptanya gambaran yang jelas tentang anggaran atau biaya yang diperlukan untuk produksi dan promosi atau distribusi konten. Dalam hal ini termasuk kerangka waktu timeline, serta tahapan aksi yang perlu dilakukan untuk menjalankan kegiatan content marketing.3. Cerita yang akan disampaikanHal ini menyangkut pengembangan strategi konten saat tahap perencanaan; biasanya terkait pengembangan konsep cerita yang akan disampaikan brand dalam berbagai bentuk konten yang terencana. Kekuatan cerita atau konten merupakan salah satu faktor terpenting dalam content di sini tidak dibangun untuk sekadar menjadi alat pemasaran saja, tapi juga mesti dilihat sebagai cara untuk membangun hubungan dengan konsumen dan pelanggan, mengukuhkan citra dan kredibilitas brand, hingga menjawab perhitungan mereka saat mempertimbangkan produk atau layanan yang akan akan menjadi "nyawa" dari brand storytelling dalam kegiatan content marketing, serta berperan sebagai landasan untuk pengembangan konten dari waktu ke waktu. Proses pengembangan konsepnya harus memperhitungkan keselarasan dengan visi, misi, serta tujuan taktis dari aktivitas pemasaran brand; termasuk juga kesan seperti apa yang ingin ditanamkan pemasar di benak konsumen, sebagai dampak dari konsumsi cerita ini juga menjadi panduan yang wajib diikuti dalam proses kreasi dan produksi konten.4. Proses kerja dan tahapan operasionalSetelah detail perencanaan dan konsep cerita, tahapan berikutnya adalah menentukan teknis operasional strategi yang sudah dirumuskan, agar bisa dipastikan berjalan sesuai dan bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Pada tahap ini, seorang pemasar harus memusatkan perhatiannya pada uraian pengaturan situs, proses produksi, dan instalasi konten, serta teknis hal ini, semisal, pemasar menentukan seperti apa tampilan dan cara kerja situs atau saluran yang akan digunakan. Contoh, pada perencanaan blog, di tahap ini pengelola brand memilih desain dan navigasi situs yang mudah ditelusuri, ideal diakses via ponsel/mobile friendly, serta memiliki fitur Call-To-Action CTA yang selanjutnya adalah menyusun bagaimana konten akan dijalankan dan tahapan mengunggahnya, hingga mengaturnya agar tidak berulang dan bisa berjalan sesuai perencanaan dan konsep tahap ini pula, pemasar mesti merencanakan bagaimana konten didistribusikan; semisal menggunakan paid promotion di tahap awal/periode waktu tertentu untuk meningkatkan jumlah pengunjung, atau menyertakan strategi promosi konten lainnya untuk menjaring awareness audiens yang disasar lewat saluran yang dipakai dalam kegiatan content marketing tersebut.5. Pengukuran efektivitas dan efisiensiDan tentunya, memastikan metode pengukuran juga termasuk dalam langkah penting membuat strategi content marketing. Sebuah survei dari Content Marketing Institute menunjukkan 33 persen pemasar Business-to-Business B2B dan 41 persen pemasar Business-to-Consumer B2C mengaku tidak memahami metode pengukuran yang tepat untuk kegiatan content perlu dipahami dulu adalah, bahwa content marketing merupakan kegiatan pemasaran yang membutuhkan proses panjang, untuk bekal pemasar menentukan metrik yang tepat untuk mengukur efektivitasnya.Baca juga Kiat menyusun program content marketing berdasarkan tujuan pemasaranSelain itu pula, pemasar juga harus memahami berbagai jenis metrik untuk mengukur kesadaran awareness, keterlibatan engagement, hingga rasio konversi sebagai ukuran sukses kegiatan pemasaran digital; lebih dalam lagi, mampu menganalisanya sebagai informasi berbasis data yang bisa memperkuat pengembangan strategi dari waktu ke hal ini, pemasar harus melihat kembali tujuan utamanya melakukan content marketing, untuk kemudian menentukan indikator yang tepat sebagai tolak ukur keberhasilan atau KPI Key Performance Indicator. Metriknya bisa jadi unique views, leads, cost per view, cost per lead, dan masih banyak lagi; tergantung jenis konten dan saluran yang digunakan dalam kegiatan content Anda hendak menjalankan kampanye Content Marketing dan ingin terhubung dengan jejaring kreator konten, media massa, dan influencer media sosial yang siap membantu program content marketing dan sponsored content yang Anda jalankan, klik di sini untuk memasukkan Creative Brief brand Anda!You must be a premium member to view the full contentSorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!Subscribe!
Di era sekarang, pelanggan tak mau lagi dijadikan target promosi atau bombardir iklan. Pelanggan ingin diperlakukan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki budi, hati, dan spirit. Pelanggan ingin diperlakukan sejajar sebagai teman. Dalam konteks inilah, content marketing mendapatkan tempat. Apa itu content marketing? Seperti ditulis dalam artikel sebelumnya berjudul “Menimbang Kekuatan Storytelling dalam Content Marketing”, Content marketing dimengerti pendekatan pemasaran yang melibatkan proses penciptaan, kurasi, pendistribusian, sekaligus penguatan konten yang menarik, relevan, dan berguna untuk segmen audiens tertentu. Tujuannya tak lain membangun percakapan seputar konten tersebut. Lalu, bagaimana langkah menciptakan content marketing yang bagus dan kuat? Mengacu pada buku “Marketing Moving from Traditional to Digital” Wiley, 2017, ada delapan tahapan membangun content marketing tersebut. 1 Tentukan tujuan Sebelum membuat sebuah konten, pemasar sebaiknya menentukan dulu tujuan dari content marketing. Tanpa merumuskan tujuan secara jelas, pemasar tidak bisa mengukur keberhasilan konten tersebut, dari proses pembuatan hingga distribusinya. Tujuan content marketing tersebut bisa diklasifikasikan menjadi dua tujuan besar. Pertama, tujuan yang terkait penjualan. Ini menyangkut juga sales closing, cross-sell, dan up-sell. Kedua, tujuan yang terkait merek. Ini menyangkut brand awareness, brand association, maupun brand loyalty. Berdasarkan riset, The Content Marketing Institute mengatakan, perusahaan B2C Business-to-Consumer di Amerika Utara kebanyakan memanfaatkan content marketing untuk urusan kesadaran merek, loyalitas, serta engagement. Sedangkan perusahaan B2B Business-to-Business lebih mengedepankan tujuan penjualan. Intinya, tentukan dulu tujuannya agar arah dan masa depan content marketing menjadi jelas. Ini akan memudahkan tahapan-tahapan selanjutnya. 2 Pemetaan Audiens Sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi pemasaran, content marketing juga harus memiliki segmen audiens yang jelas. Pemasar harus fokus pada segmen audiensnya. Tujuannya apa? Agar kontennya bisa lebih tajam sekaligus mengena segmen tersebut. Segmentasinya bisa dilakukan seperti segmentasi biasanya, seperti berdasarkan geografi, demografi, psikografi, maupun perilaku. Biasanya, content marketing mengarah pada kelompok dengan perilaku tertentu, kelompok minat, kelompok gaya hidup, dan sebagainya. Misalnya, kelompok pecinta travelling, otomotif, kuliner, games, dan sebagainya. Usai melakukan segmentasi, pemasar perlu mendeskripsikan profil audiensnya dengan lebih detail – termasuk memahami apa yang menjadi hasrat dan kecemasan mereka. Dengan ini, pemasar akan lebih gampang menentukan konten mana yang paling relevan dengan kehidupan audiens. 3 Ideasi Konten dan Perencanaan Tahap selanjutnya adalah menemukan ide terkait konten yang akan diciptakan dan kemudian melakukan perencanaan. Kombinasi tema yang relevan dengan format yang nyaman dan cerita yang solid biasanya akan membuat konten menjadi kuat. Tema konten yang baik bisa ditemukan dengan dua kriteria. Pertama, konten tersebut relevan dengan segmen audiens. Kedua, konten yang efektif mengusung cerita yang mencerminkan karakter dari merek terkait. Yang kedua ini maksudnya tak lain adalah konten tersebut mampu menjadi jembatan yang menghubungkan merek dengan hasrat dan kegalauan pelanggan. Konten di sini bisa menjadi sarana bagi merek untuk menegaskan diferensiasinya. Selain tema, pemasar perlu menentukan format kontennya. Konten ini bisa diwadahi dalam berbagi bentuk. Bisa bentuk tulisan, seperti siaran pers, artikel, newsletter, white papers, studi kasus, blog, maupun buku. Bentuknya juga bisa visual, seperti infografik, komik, grafik interaktif, slide presentasi, games, video, film pendek, maupun film panjang. Wadah konten itu bisa beragam apalagi di era Internet seperti sekarang. Paling tidak, konten tersebut juga ada di tempat-tempat yang menjadi jalur customer path. Pada tulisan “Strategi Ubah Brand Awareness Jadi Brand Advocacy” dikatakan, content marketing ini beperan penting dalam brand atttraction – khususnya dalam memperkuat fase Appeal dan Ask. 4 Penciptaan Konten Tahap paling penting dalam content marketing adalah penciptaan konten itu sendiri. Karena paling penting, tentunya tidak bakal dikerjakan secara sembarangan. Penciptaan konten ini membutuhkan kreator-kreator yang andal. Pekerjaan ini juga bukan pekerjaan sampingan atau sambilan saja dalam perusahaan. Penciptaan konten membutuhkan komitmen besar, baik dari sisi waktu maupun bujet. Mengapa harus sungguh-sungguh? Karena kalau kontennya jelek atau tak selaras dengan misi merek, konten itu bisa kontraproduktif bagi merek dan buang-buang waktu dan biaya saja. Produksi konten ini harus dilakukan secara kontinu dan konsisten. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh orang-orang yang cakap di bidangnya, seperti jurnalis, scripwriter, animator, maupun videografer. Dalam hal ini, ada perusahaan yang membangun content creator-nya sendiri dan ada yang menggunakan pihak ketiga. American Express Publishing, misalnya, memiliki tim kreator kontennya sendiri untuk mengisi segmen Travel + Leisure dan Food & Wine. 5 Distribusi Konten Konten yang bagus tapi kalau tidak didistribusikan dengan tepat akan sia-sia belaka. Istilah content marketing populer di era digital. Tapi, tak berarti pendistribusian konten ini hanya melewati kanal-kanal digital saja. Kanal online dan offline harus dimanfaatkan. Contohnya, penerbitan buku korporat Delivering Happines oleh Zappos dan buku The Everything Store oleh Amazon. Ada tiga kategori besar media yang bisa dimanfaatkan untuk distribusi konten ini, yakni owned media, paid media, dan earned media. Owned media mengacu pada kanal-kanal yang dimiliki perusahaan itu sendiri, seperti penerbitan korporat, event korporat, website, blog, komunitas, dan sebagainya. Sedangkan paid media mengacu pada media atau kanal berbayar. Misalnya, iklan, advertorial, koran, televisi, dan sebagainya. Sedangkan earned media mengacu pada media sosial, komunitas, yang berfungsi untuk memviralkan sekaligus menggaungkan konten. 6 Amplifikasi Konten Kunci utama distribusi konten yang kuat adalah strategi amplifikasi konten tersebut. Agar menjadi viral di media sosial, misalnya, konten tersebut tidak sekadar menarik dan membiarkan terdistribusi secara organik. Tapi, perlu didesain sedemikian rupa agar memiliki daya viral dan engagement yang lebih kuat. Dalam hal ini, peran influencer, buzzer, endorser, atau figur berpengaruh menjadi penting dalam proses amplifikasi konten ini. Peranan mereka adalah membuka akses konten kepada kelompok audiens yang lebih besar. Yang patut diperhatikan, sekali konten tersebut dibicarakan di kelompok, pemasar harus intensif mendengarkan dan terlibat dalam percakapan tersebut. Bila tidak ada komunikasi, kekuatan amplifikasi konten akan meredup. 7 Evaluasi Content Marketing Usai terdistribusi, evaluasi terhadap konten menjadi tahap penting. Untuk apa? Untuk menilai performa dan strategi yang sudah dijalankan. Terkait strategi, apakah konten tersebut pada akhirnya berpengaruh pada tujuan yang ditetapkan atau tidak – terkait penjualan dan merek. Tekait taktik, pemasar perlu mengevaluasi format dan kanal media. Apakah sudah menyentuh customer path Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. Baca juga “Sejauh Mana Merek Anda Direkomendasikan Pelanggan”. Di sini, apakah konten kita sudah visible aware, relevan/relatable appeal, mudah dicari/searchable ask, bisa diklik atau dibaca/action-able act, dan di-share ke orang lain/shareable advocate. 8 Pengembangan Content Marketing Salah satu keuntungan content marketing adalah konten tersebut lebih terukur. Kita bisa melihat performanya dengan lebih jelas dengan menilai tema, format, maupun kanal distribusinya. Pengukuran ini sangat penting bagi pengembangan content marketing tersebut ke depannya. Di sini, pemasar ditantang untuk terus berinovasi secara kreatif agar bisa produktif dalam konten-koten baru dengan tema, format, maupun kanal-kanal yang baru pula. Intinya, tanpa ada inovasi, content marketing akan cepat basi dan tak relevan lagi dengan dunia pelanggan yang cepat berubah seperti sekarang ini. Bagaimana dengan merek Anda? Ikuti terus serial Marketing di laman Informasi Bagi Anda yang ingin membeli bukunya, silakan belanja di tautan berikut ini Marketing
Baca Juga Apa Itu Afiliasi Marketing? Pemasaran Online yang Bisa Bikin Cuan! Saat ini, sosial media bukan hanya menjadi platform untuk berinteraksi dan bertukar kabar dengan teman-teman dari seluruh dunia. Platform ini juga bisa Anda manfaatkan untuk membesarkan usaha yang sedang dibangun. Salah satu teknik untuk memasarkan produk dan jasa yang Anda jual adalah dengan menggunakan social media marketing. Menguasai strategi pemasaran online dapat membantu Anda menjangkau target pasar yang lebih luas. Tentunya, keuntungan yang Anda peroleh pun akan menjadi lebih banyak. Untuk membuat strategi social media marketing, Anda membutuhkan suatu content plan, atau perencanaan konten. Rencana konten yang tepat pastinya akan mampu menjangkau target audience yang tepat juga. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam membuat suatu content plan untuk pemasaran sosial media. Daftar IsiPahami Psikologi Konsumen Ideal Anda untuk Meningkatkan Nilai Conversion Dalam dunia social media marketing, menentukan target pasar Anda adalah bagian yang sangat penting. Sederhananya, Anda dapat membayangkan sosok konsumen ideal tersebut dengan memasukkan usia, jenis kelamin, kondisi demografis, dan lain sebagainya. Namun, selain itu Anda juga harus menambahkan kegiatan hobi yang mereka suka dan tempat target konsumen Anda tinggal. Selain itu, Anda juga perlu membayangkan diri sebagai calon konsumen tersebut. Tujuannya adalah untuk mendalami sikap mereka saat mencari tahu tentang produk yang diinginkan. Dari situ, Anda bisa membayangkan langkah-langkah apa dan pertanyaan yang mereka bayangkan sebelum melakukan pembelian. Dengan memahami sudut pandang dari calon konsumen, Anda pun dapat menetapkan pendekatan marketing yang sesuai. Konten yang Anda tawarkan pun akan sesuai seperti yang mereka cari. Dengan cara itu, Anda pun akan mendapatkan kepercayaan dari mereka. Pilih Platform Media Sosial yang Tepat Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku usaha adalah melakukan promosi di berbagai platform media sosial tanpa benar-benar memperhitungkan demografi dari pengguna platform tersebut. Akibatnya, hasil yang didapatkan pun menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, ada baiknya untuk melakukan riset lebih mendalam untuk mengetahui demografi network serta hasil timbal balik yang ditawarkan oleh masing-masing platform media sosial. Mencari Tahu tentang Topik Konten yang Sesuai Setelah Anda menemukan platform media sosial yang sesuai, saatnya merencanakan konten untuk pemasaran. Dalam menentukan konten, Anda harus menyajikan sesuatu yang segar, unik, namun tetap relevan. Jangan hanya berbicara tentang “Anda” dan “bisnis Anda”, karena hal tersebut akan terasa sangat membosankan. Pemberian konten yang beragam dapat membantu meningkatkan tingkat engagement dari pembaca. Semakin relatable konten yang diberikan, pembaca pun akan semakin bersedia untuk mengikuti konten-konten yang Anda buat. Bahkan, hal tersebut juga dapat membuat calon konsumen memutuskan untuk membeli produk yang dijual. Di situlah Anda akan mendapatkan peningkatan nilai conversion. Menentukan topik konten yang sesuai juga tidak hanya akan menarik minat para followers atau subscriber Anda, tetapi juga para pengguna media sosial lain yang kebetulan melihat konten yang Anda buat. Mereka yang hanya kebetulan membaca sekilas akan memutuskan untuk membaca sampai akhir apabila Anda benar-benar menentukan topik konten yang sesuai dengan pangsa pasar. Bila beruntung, mereka pasti juga akan membeli atau mencoba untuk menggunakan jasa yang Anda tawarkan melalui marketing di sosial media tersebut. Buat Kuesioner Salah satu cara untuk membuat pembaca menjadi lebih engaged adalah dengan mengadakan polling atau kuesioner. Anda dapat membuat kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, konten apa yang pembaca butuhkan? Saat membuat kuesioner, tentunya Anda juga harus mempertimbangkan pertanyaan tersebut baik-baik. Pastikan bahwa pertanyaan yang diajukan dapat membantu Anda memperoleh hasil yang diinginkan. Untuk semakin menarik minat, Anda juga bisa memberikan penawaran rewards untuk mereka yang sudah melengkapi kuesioner yang tersedia. Bisa saja Anda memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memberikan sample dari produk yang dijual. Untuk membuat kuesioner dan memajangnya di situs Anda, Anda dapat menggunakan tool seperti Google Forms. Cara lain adalah dengan membuka percakapan dengan anggota keluarga dan teman-teman. Dengan mengobrol santai, Anda bisa saja mendapatkan ide yang tidak terduga. Akan lebih baik lagi jika teman-teman atau keluarga Anda menjadi model dari konsumen ideal produk Anda. Dengan demikian, Anda pun akan mendapatkan saran-saran yang pastinya sangat berguna untuk memperkaya konten. Selain itu, Anda juga bisa melihat akun dari kompetitor bisnis. Dari situ pun, Anda bisa mendapatkan inspirasi. Siapa tahu cara yang mereka terapkan juga bisa Anda praktekkan. Tentu saja, Anda tidak boleh mencontek konten maupun ide mereka. Karena hal tersebut tentunya akan menjadi bumerang bagi bisnis Anda sendiri. Namun, Anda bisa menjadikannya sebagai inspirasi dan menggabungkannya dengan ide original Anda untuk membuat konten yang tepat. Buat Konten Secara Konsisten untuk Meningkatkan Trust Trust atau kepercayaan konsumen terhadap produk-produk Anda tentunya tidak datang dari sekali mencoba. Anda perlu membuat konten dan publish konten tersebut secara lebih rutin untuk membantu calon konsumen merasa aman. Anda perlu membangun konten yang memungkinkan percakapan dua arah, layaknya percakapan offline. Semakin banyak informasi yang didapat tentang Anda dan bisnis yang Anda lakukan, semakin mantap pula calon konsumen untuk menggunakan jasa yang ditawarkan. Sebuah akun media sosial yang konsisten menghasilkan konten akan membuat banyak orang tertarik untuk mengikuti akun media sosial tersebut. Terlebih konten yang dibuat cukup menarik dan sesuai dengan minat mereka, bukan tidak mungkin bahwa akun Anda akan kebanjiran para pengikut baru.
tahapan membuat internet marketing setelah menentukan calon pembaca adalah