KelebihanOmnichannel untuk Bisnis Ritel Bisnis dapat meningkatkan persepsi dan kepuasan bagi konsumen Anda dapat banyak data yang bisa dianalisis untuk lebih memahami konsumen Menentukan harga promosi transparan di berbagai channel Mengelola dan memantau penjualan di berbagai platform lewat satu saluran
Aspekmanajemen bisnis ritel berikutnya adalah pengelolaan gudang yang apik. Manajemen gudang yang baik akan sangat membantu operasional bisnis ritel anda. Dengannya, arus keluar masuk barang di gudang anda akan menjadi lebih lancar. Manfaat lainnya yang bisa dipetik dari mengelola gudang penyimpanan dengan baik adalah keamanan staf gudang anda.
dariproduknya sedangkan peran bisnis ritel bagi pihak konsumen adalah sebagai berikut. a) Membantu konsumen dalam mendapatkan suatu produkyang dibutuhkan. b) Mempermudah konsumen dalam memilih dan membandingkan spesifikasi, keunggulan dan kelemahan barang atau jasa yang ditawarkan.
KelebihanDan Kelemahan Kebijakan Bisnis Ritel Dalam dokumen Prinsip Prinsip Bisnis (Halaman 104-111) Kebanyakan pedagang di pasar tradisional tidak memiliki akses terhadap kredit atau tidak mengajukan kredit.
Sedangkanjika menurut asalnya, waralaba dibagi menjadi dua jenis, diantaranya ialah : 1. Waralaba Luar Negeri. Jenis waralaba ini lebih mengarah ke yang disukai masyarakat, karena waralaba ini mempunyai sistem yang berlaku lebih jelas, merk suatu perusahaan telah diterima oleh orang di seluruh dunia, selain itu juga dinilai lebih bergengsi. 2.
KelebihanBisnis Ritel Modern dan Tradisional 1. Keuntungan Besar 2. Mudah Di Jumpai 3. Memiliki hubungan emosional dengan pelanggan 4. Terdapat tawar menawar harga 5. Modal kecil 6. Lokasi bisnis ritel berada di daerah strategis Kekurangan Bisnis Ritel Modern dan Tradisional 1. Kurang dianggap serius 2. Analisa pasar yang masih kurang 3.
hGmGmfP. 57 yang baik dan memuaskan tetapi juga memperhatikan tempat parkir yang baik pula. b. Harga yang tepat. Bisnis ritel biasanya menjual produk-produk yang standar untuk kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat bisa mengontrol harga dengan baik. Jika toko menetapkan harga tinggi, konsumen akan berpindah ke toko yang lainnya. c. Suasana toko atmosfer toko. Toko bisa menstimuli panca indera pengunjungnya dengan baik sehingga konsumen bersedia melakukan transaksi. Atmosfer toko yang tepat bisa mendorong konsumen untuk datang dan berlama-lama di dalam toko. H. Proses Keputusan Pembelian 1. Pengertian Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Amstrong 2003227, keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen benar-benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Sedangkan menurut Morrisan 2010111 keputusan pembelian adalah tahap selanjutnya setelah adanya niat atau keinginan membeli, namun 58 keputusan pembelian adalah tidak sama dengan pembelian yang sebenarnya actual purchase. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah suatu tindakan nyata yang dilakukan oleh konsumen dengan melakukan serangkaian proses untuk mendapatkan dan mempergunakan suatu produk yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. 2. Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Keller 2012166 perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam pembelian. Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyesuaian masalah yang terdiri dari lima tahap yang dilakukan konsumen, tahap tersebut antara lain pengenalan masalah, pencarian informasi, penilaian alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Proses pengambilan keputusan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut Gambar Proses Pengambilan Keputusan Sumber Kotler dan Keller2012166 59 Menurut Kotler dan Keller 2012184 sebuah keputusan pembelian konsumen terjadi dengan melewati proses dari keputusan pembelian. a. Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi dan belum terpuaskan. Dari tahap ini proses pembelian itu mulai dilakukan. b. Pencarian Informasi Konsumen yang tergugah kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak mengenai produk atau jasa yang ia butuhkan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif maupun pasif. Menurut Kotler dan Keller 2012189, sumber informasi konsumen terdiri atas empat kelompok, yaitu 1 Sumber pribadi, yang meliputi keluarga, teman, tetangga dan kenalan. 2 Sumber komersial, yang meliputi iklan, tenaga penjual, pedagang perantara dan pengemasan. 3 Sumber umum, yang meliputi media massa dan organisasi ranting konsumen.
Usaha ritel memiliki kelebihan dan kekurangannya dalam kegiatannya. Kelebihan dan kekurangan usaha ritel, antara lain sebagai berikut. 1. Kelebihan Usaha Ritel Kelebihan usaha ritel, antara lain a. Modal yang diperlukan cukup kecil, namun keuntungan yang diperoleh cukup besar. b. Umumnya lokasi usaha ritel strategis. Mereka mendekatkan tempat wisata dengan tepat berkumpul konsumen, seperti didekat pemukiman penduduk, terminal bis, atau kantor-kantor. c. Hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup dekat, karena adanya komunikasi dua arah antara pelanggan dengan peritel. 2. Kekurangan Usaha Ritel Kekurangan usaha ritel, antara lain a. Keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang diperhatikan oleh peritel. Usaha ritel berskala kecil terkadang dianggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan sebagai pengisi waktu luang, sehingga peritel kurang memperhatikan aspek pengelolaan usahanya. b. Administrasi pembukuan kurang atau bahkan tidak diperhatikan oleh peritel, sehingga terkadang uang atau modalnya habis tidak terlacak c. Promosi usaha tidak dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga ada usaha ritel yang tidak diketahui oleh calon pembeli atau pelanggan.
Bisnis ritel merupakan salah satu bisnis yang paling diminati masyarakat idonesia sampai saat ini. Ada banyak faktor kenapa banyak masyarakat yang ingin membuka bisnis ritel ini, selain mudah dilakukan, keuntungan yang didapat juga lumayan besar. Jika ingin terjun dan membuka bisnis ritel ini, alangkah baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekuranganya. Sehingga nantinya bisa menerapkan beberapa strategi untuk meminimalisir kerugian terhadap kekurangan bisnis ini. Karena setiap berbisnis pasti akan ada dimana masa puncak dan turunya. Apa Saja Kelebihan Bisnis Jenis Ini? Kelebihan yang mendasar dari bisnis ini adalah modal yang kecil, sehingga bisnis ini sangat diminati oleh pengusaha pemula yang ingin memulai bisnisnya. Bukan hanya itu saja, masih banyak kelebihan lain yang ditawarkan oleh bisnis ritel ini, apakah saja itu. 1. Laba yang besar Kelebihan jika membuka bisnis ritel yaitu memperoleh laba yang besar, hal ini bisa didapat lantaran ritel termasuk usaha yang membutuhkan modal kecil tapi bisa untung yang berlipat ganda. Para pebisnis ritel membeli produk jualan langsung kepada produsen atau distributor dimana harga yang didapatkan jauh lebih murah dibanding dengan tempat lain. Selain itu biasanya produsen juga memberikan harga yang lebih murah ketika membeli dalam jumlah banyak, hal itulah yang dilakukan pebisnis ini agar memperoleh produk dengan harga yang murah. Setelah itu, dengan harga yang murah inilah menualnya lagi dengan cara eceran. Walaupun dijualnya dengan laba yang relatif sedikit, namun banyak nya produk yang terjual menjadikan laba yang didapat juga semakin besar pada akhirnya. Hal inilah yang menjadikan bisnis ritel ini termasuk kedalam usaha yang berpotensi tinggi. 2. Mudah ditemui Kelebihan bisnis ritel yang lain yaitu mudah ditemui dan dijangkau, karena usaha ritel ini bisa dibuka ditempat-tempat yang strategis. Karena bisnis ritel ini termasu usaha yang diminati banyak orang untuk memulai bisnisnya, maka tak jarang pendatang baru dalam dunia ritel ini menerepkan ide-ide kreatif agar diminati oleh banyak pelanggan. Umumnya, bisnis ritel ini dibka ditempat keramaian, yang menjadi pusat aktivtas masyarakat seperti perkantoran ataupun membedakanya dengan usaha lain yatu harga yang ditaawarkan. Usaha ini menjual produk dengan harga yang murah dan bersahabat juga. Apa Saja Kekurangan Bisnis Ritel? Sebelumnya membahas tentang kelebihan, kali ini akan membahas soal kekurangan dari bisnis ini. Salah satunya yaitu usaha ritel dianggap tidak serius. Karena bentk usaha yang kecil dan juga laba yang didapatkan kecil sehingga dianggap usaha sampingan saja. Padahal, jika di total dalam satu kurun waktu, laba yang didapat dari bisnis ritel lumayan besar. Lalu apa saja, kekuragan lainya. Tidak ada pelaporan administrasi Bisnis ini tidak ada laporan administrasinya keuanganya mungkin saja ada banyak orang yang kecewa jika hasilnya tidak sesuai, terutama bagi usaha ritel yang bentuknya sederhana. Pelaporan itu biasanya hanya berupa laporan stock prouk yang habis, daftar belanjaan, serta daftar hutang yang dimilikinya. Pemilik usaha ini biasnaya tidak dipusingkan dengan pelaporan neraca, asset, daftar investor ataupun jenis akuntansi lainya. Itulah kenapa walaupun banyak laba yang didapat, peimilik bisnis ini tidak dapat menjabarkanya dalam bentuk laporan. Kesimpulan dan Penutup! Memulai bisnis ini memanglah tidak mudah apalagi yang baru merintis usahanya, namun kalian bisa mendapatkan informasi yang sangat berguna lainnya di website cowtown trailers. Disana banyak sekali menjelaskan potensi-potensi bisnis yang sedang berkembang di seluruh dunia. Jadi jangan sampai lupa mengunjungi website tersebut ya. Sekian dulu dari kami dan terimakasih banyak sudah membaca artikel ini!
Apa Itu Bisnis Ritel? 4 Keuntungan dan Kerugian Bisnis Ritel. Bisnis ritel adalah jenis bisnis yang menjual barang atau jasa langsung ke konsumen akhir. Toko swalayan, pusat perbelanjaan, apotek, dan toko-toko serba ada termasuk dalam kategori bisnis bisnis ritel sangat bervariasi mulai dari supermarket hingga toko pakaian. Ada juga beberapa jenis lain seperti minimarket, hypermarket, department store, outlet store, franchise retail, dan banyak setiap bentuknya ,bisnis ritel memegang peranan penting dalam perekonomian dunia karena memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat serta memberikan lapangan kerja bagi ribuan orang di seluruh pemilik usaha kecil maupun besar yang ingin membuka sebuah bisnis baru atau ekspansi untuk merek mereka sendiri bisa melihat peluang pada bidang ini karena potensi pasar yang luas dan terus demikian meskipun peluangnya menjanjikan namun persaingan dalam industri ini cukup ketat sehingga diperlukan strategi marketing andalan agar tetap bertahan di tengah persaingan sengit tersebut. Jenis-Jenis Bisnis Ritel Bisnis ritel bukan hanya sebatas toko yang menjual barang-barang secara langsung kepada konsumen. Terdapat beberapa jenis bisnis ritel yang dapat dijalankan, dari toko kecil hingga jaringan besar dengan cabang-cabang di seluruh satu jenis bisnis ritel yang paling populer adalah waralaba. Dalam model ini, pemilik merek atau perusahaan akan memberikan izin kepada individu untuk membuka dan mengoperasikan satuan usaha mereka sendiri menggunakan merek dagang milik perusahaan tersebut. Waralaba biasanya membutuhkan investasi awal yang lebih tinggi daripada bisnis ritel lainnya namun memiliki potensi pengembalian modal yang lebih itu, terdapat juga e-commerce sebagai bentuk baru dari bisnis ritel. E-commerce memungkinkan penjual untuk berjualan melalui platform online seperti website atau aplikasi mobile tanpa harus memiliki toko fisik. Bisnis ini menawarkan kemudahan dalam hal biaya operasional dan skala departemen merupakan jenis bisnis ritel lainnya dimana toko tersebut menyediakan berbagai produk dalam kategori tertentu seperti pakaian, elektronik atau kosmetik dalam satu tempat sehingga pembeli tidak perlu berkunjung ke banyak tempat untuk membeli barang-barang adalah franchised retail stores – sebuah usaha besar dengan beberapa lokasi franchise di seluruh dunia, sering kali diterapkan oleh brand-brand internasional populer seperti Starbucks dan McDonald’s. Keuntungan utama dari tipe toko ini yaitu bahwa mereka sudah memiliki nama baik dan sistem manajemen profesional yang teruji. Namun, biaya awalnya dapat sangat ting Bisnis ritel adalah bentuk bisnis yang melibatkan penjualan produk atau jasa langsung kepada konsumen akhir. Ada beberapa jenis bisnis ritel, seperti toko swalayan, minimarket, supermarket hingga warung 4 keuntungan utama dalam menjalankan bisnis ritel. Pertama, pasar yang besar dan potensial untuk ditingkatkan. Kedua, mampu membangun hubungan dekat dengan pelanggan sehingga dapat meningkatkan loyalitas mereka terhadap merek dan produk kami. Ketiga, memiliki kontrol penuh atas pengaturan harga dan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik perhatian pelanggan lebih banyak lagi. Keempat, membuka peluang kerja baru bagi orang-orang di sekitar mengembangkan bisnis ritel ini juga ada tantangan tersendiri dalam hal persaingan dengan pesaing lain dan perubahan tren konsumen dari waktu ke waktu. Namun jika bisa mengatasinya dengan baik maka akan mendapatkan hasil yang luar jika semua aspek dilakukan dengan benar maka manfaatnya tak hanya dirasakan oleh pemilik bisnis tetapi juga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal serta memberikan kontribusi pada pertumbuhan negara secara mulailah merencanakan sebuah strategi efektif untuk memulai sebuah usaha ritel Anda! 4 Kerugian Bisnis Ritel Bisnis Ritel bisa sangat menguntungkan, namun ada juga beberapa kerugian yang perlu diperhatikan. Berikut adalah empat kerugian bisnis ritel1. Persaingan yang ketatPersaingan di industri ritel terbilang cukup tinggi, karena banyaknya persaingan dari toko-toko online dan offline lainnya. Toko-toko besar seperti supermarket dapat menawarkan harga lebih murah dengan membeli produk dalam jumlah Biaya sewa tempatSalah satu biaya utama dalam membuka sebuah toko fisik adalah biaya sewa tempat usaha. Terkadang, lokasi strategis memiliki biaya sewa yang cukup mahal sehingga hal ini menjadi beban finansial bagi pemilik usaha Perubahan tren konsumenIndustri ritel selalu berubah-ubah sesuai dengan tren konsumen saat itu. Pemilik bisnis harus mampu mengikuti trend tersebut agar bisa bersaing di pasar dan menjaga pelanggan tetap Risiko kerusakan barang atau pencurianAda risiko bahwa barang dagangan akan rusak atau bahkan dicuri oleh pelanggan maupun karyawan sendiri, terutama untuk produk-produk bernilai tinggi seperti gadget atau meskipun demikian, banyak pemilik bisnis yang masih memilih untuk membuka bisnis ritel karena potensi keuntungan yang besar jika dikelola dengan baik dan dilakukan pemasaran secara tepat sasaran. Alternatif untuk Bisnis Ritel Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memulai bisnis, tetapi tidak tertarik dengan model bisnis ritel, jangan khawatir karena ada alternatif lain yang dapat satu alternatif adalah bisnis online. Dengan semakin populernya belanja online, banyak konsumen kini lebih menyukai berbelanja secara digital daripada pergi ke toko fisik. Ini memberikan peluang besar bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis online mereka itu, ada juga opsi untuk membuka usaha di bidang jasa. Contohnya seperti salon kecantikan atau layanan pembersihan rumah yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Bisnis ini mungkin tidak terlalu populer seperti ritel namun bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil dan jika Anda ingin membuka jenis bisnis lainnya yang masih berkaitan dengan barang-barang fisik, maka Anda bisa mencoba model dropshipping. Dalam model ini, produk akan dikirim langsung dari pabrik atau distributor ke pembeli akhir sehingga pengusaha tidak perlu memiliki stok barang meskipun sistem bisnis ritel cukup populer dan mendominasi pasar tradisional sekarang ini; tetapi bukan berarti menjadi satu-satunya pilihan bagi para calon pengusaha sukses di masa depan. Ada banyak opsi alternative lainnya yang bisa diperhitungkan dalam upaya merintis karier wirausahawanmu! Kesimpulan Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa bisnis ritel memiliki keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai usaha. Beberapa keuntungan dari bisnis ritel adalah pendapatan yang stabil, mudah untuk menjalin hubungan dengan pelanggan, serta kemampuan untuk menjangkau pasar lokal. Namun, ada juga beberapa kerugian seperti persaingan yang ketat dan biaya operasional yang Anda ingin menghindari risiko tersebut namun tetap ingin berbisnis di industri ini, alternatif lain seperti e-commerce atau dropshipping bisa menjadi pilihan yang baik. Dengan begitu Anda dapat memiliki keuntungan dari bisnis ritel tanpa harus menghadapi kendala-kendala apapun pilihan Anda dalam memulai usaha, pastikan untuk selalu melakukan penelitian grondong terlebih dahulu agar Anda tidak salah langkah dan mendapatkan hasil maksimal dari investasi bisnis Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para calon pebisnis ritel! Untuk informasi lainnya Post Views 133
Usaha ritel memiliki kelebihan dan kekurangannya dalam kegiatannya. Kelebihan dan kekurangan usaha ritel, antara lain sebagai berikut. 1. Kelebihan Usaha Ritel a. Modal yang diperlukan cukup kecil, namun keuntungan yang diperoleh cukup besar. b. Umumnya lokasi usaha ritel strategis. Mereka mendekatkan tempat wisata dengan tepat berkumpul konsumen, seperti didekat pemukiman penduduk, terminal bis, atau kantor-kantor. c. Hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup dekat, karena adanya komunikasi dua arah antara pelanggan dengan peritel. d. sejumlah kecil pedagang menerapkan strategi pemasaran baru yang mencakupi penambahan variasi pada barang dagangan,memberikan pelayanan yang prima, mempertahankan mutu barang, mengantarkan barang langsung ke rumah konsumen, memberikan potongan harga, dan bahkan mencocokan dengan harga-harga supermarket. 2. Kekurangan Usaha Ritel Kebanyakan pedagang di pasar tradisional tidak memiliki akses terhadap kredit atau tidak mengajukan kredit. Mereka membayar pemasok secara tunai dan dengan demikian memikul sendiri semua risikonya, termasuk risiko tidak dapat menjual sebelum masa berlaku barang tersebut habis. Mereka umumnya mengandalkan sikap sopan-santun untuk menarik dan mempertahankan pelanggannya alih-laih menggunakan strategi bisnis yang lebih terpercaya. Dua saingan utamanya adalah pedagang lain, baik yang ada di dalam bangunan pasar maupun di luar. Mengingat bahwa mayoritas pelanggannya bukanlah rumah tangga, maka mereka menggantungkan harapan terutama pada beberapa pelanggan setia daripada pada basis pelanggan dalam jumlah besar. Keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang diperhatikan oleh peritel. Usaha ritel berskala kecil terkadang dianggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan sebagai pengisi waktu luang, sehingga peritel kurang memperhatikan aspek pengelolaan usahanya. a. Administrasi pembukuan kurang atau bahkan tidak diperhatikan oleh peritel, sehingga terkadang uang atau modalnya habis tidak terlacak b. Promosi usaha tidak dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga ada usaha ritel yang tidak diketahui oleh calon pembeli atau pelanggan. c. Menurunnya jumlah konsumen menjadi faktor utama kelesuan” d. Meningkatnya persaingan dengan pedagang lain dalam pasar, meningkatnya persaingan dengan supermarket, dan meningkatnya harga barang-barang. Lembar Kerja 5 Kerjakan individu Lakukan pengamatan dan carilah sebanyak mungkin informasi tentang kekurangan dan kelebihan binis ritel yang ada disekitarmu, jelaskan dengan alasan mengapa terjadi hal tersebut ? Tulislah dalam lembar dibawah ini ! Nama Kelas G. Rangkuman Kesuksesan kemajuan bisnis ritel di Indonesia terdiri dari a. Lokasi usaha Pemilihan lokasi yang baik adalah faktor penting untuk keberhasilan bisnis ini. Lokasi yang dipilih bukan hanya sekedar yang strategis dan memiliki ukuran yang cukup besar luas namun juga perlu diperhatikan tentang masalah akses yang baik ke berbagai lokasi-lokasi penting lain, suasana yang menyenangkan, lahan parkir yang luas dan aman, mudah dijangkau serta harus lebih unggul dari pesaing. b. Tehnologi canggih Upaya yang ditempuh antara lain dengan menerapkan sistem Efficient Consumer Response ECR yang ditunjang dengan Electronic Data Interchange EDI. c. Harga lebih murah Harga merupakan pertimbangan tertinggi konsumen dalam menentukan pilihan berbelanjanya. d. Kelengkapan produk Kelengkapan produk dan lancarnya pasokan merupakan hal penting untuk mengungguli pesaing. e. Biaya opersional yang rendah, Didukung oleh pemanfaatan teknologi yang optimal. f. Superior atas infomasi mengenai core customer wants g. Produk-produk yang berkualitas dengan harga yang murah dan services Selain itu faktor lain yang menjadi ujung tombak daya tarik pelanggan untuk dating adalah seorang pramuniaga. Pramuniaga yang berkwalitas sangat berpengaruh pada kemajuan sebuah toko, selain ramah mereka juga harus santun, penuh senyuman , hangat serta bersahabatJadi kesimpulannya retail bisa menjual produk ataupun jasa tergantung kebutuhan pasar saat dan Jasa yang kita nikmati saat ini tidak terlepas dari jasa retail, retail membantu produsen/distributor dan konsumen agar setiap kebutuhan akan keduanya dapat terpenuhi. Secara garis besar dunia retail dibagi 4 bagian yaitu, peran dan fungsi retail, strategi retail, merchandising management dan store retail ada proses – proses yang dilakukan oleh beberapa badan usaha sebelum barang tersebut sampai kepada konsumen aktifitas ini dinamakan supply chain. Badan usaha tersebut yaitu Produsen/pabrik-Distributor/ teknis alurnya berjalan secara vertical, namun seiring dengan perkembangan zaman sistem ini mengalami pembaharuan yang lebih modern. konsumen baik untuk kebutuhan keluarga atau untuk keperluan orang berpikir bahwa Alfamart/Indomart merupakan retail yang berbisnis dalam dunia retail sangat menarik karena memerlukan ketelitian. Bahkan ada yang slogan yang berkata “retail is detail”. Slogan ini menandakan bahwa orang yang ingin berkecimpung dalam dunia retail haruslah orang yang mau bekerja keras, kreatif serta detail dalam setiap aktfitasnya. Retail tidak selalu berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari yang biasa dijual di Alfamart/Indomart. Contoh Pizza Hut, McD dan KFC merupakan contoh retail makanan yang sukses. Adapun retail mengcangkup dalam dunia jasa seperti Air Asia, Prudential dan TIKI yang menawarkan retail dalam bentuk jasa. H. Tugas Cobalah kalian amati dan pelajari tentang karakteristik industri ritel yang ada didaerah sebanyak banyaknya karakteristik ritel yang ada disekitarmu dan buatlah laporannya bersama kelompokmu. Petunjuk 1. Cermati dengan seksama penugasan yang diberikan 2. Kerjakan pertanyaan diatas 3. Ketentuan pengetikan adalah a. Ukuran Kertas A4 b. Ukuran huruf Arial 14 pt c. Lembar laporan minimal 7 halaman d. Laporan dijid disertai dengan lampiran dan dokumentasi e. Sistimatika Laporan  Judul Laporan  Kata Pengantar  Daftar Isi  Isi Bab  Lampiran I. Penilaian Penilaian Diri Silahkan melakukan penilaian diri terhadap pencapaian indikator pada materi Bab tanda ceklis v ya atau tidak apabila kalian merasa sudah memahami materi poin tersebut. Apabila kalian telah merasa melakukan poin penilaian tersebut, tulislah jenis kegiatan yang telah kalian lakukan dalam mencapai tujuan indikator tersebut untuk mengetahui bahwa kalian benar-benar telah memahami materi pada bab ini. Jika kalian belum memahami materi pada bab ini dengan baik, bacalah sumber belajar lain di perpustakaan yang berkaitan dengan materi pada bab ini kemudian buatlah sebuah rangkuman berdasarkan pemahaman kalian masing-masing. Indikator Tujuan Ya Tidak Menjelaskan aspek dalam bisnis ritel Mengidentifikasi karakteristik dasar ritel Menganalisis peluang bisnis ritel di Indonesia Mengidentifikasi faktor penunjang perkembangan bisnis ritel di Indonesia Mengidentifikasi faktor penghambat perkembangan bisnis ritel di Indonesia J. Uji Kompetensi 1. Apa yang kalian ketahui tentang aspek aspek dalam bisnis ritel , coba jelaskan? 2. Apakah ada faktor pembeda dalam karakteristik dasar ritel modern dan ritel tradisional ? Kemukakan alasanmu ! 3. Bagaimana peluang bisnis ritel didaerahmu, coba analisis menurut pendapatmu ! 4. Apa saja faktor hambatan dalam perkembangan bisnis ritel di Indonesia ? Kegiatan Belajar 2 Kebijakan Bisnis A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari uraian materi ini peserta didik dapat menjelaskan dan mengidentifikasi mengidentifikasi ruang lingkup kebijakan bisnis saat ini dalam rangka menghadapi masyarakat ekonomi Asean.  Mengidentifikasi jenis jenis kebijakan bisnis ritel  Memilih kebijakan bisnis yang tepat  Mengindetifikasi kelemahan dan kelebihan kebijakan bisnis  Mengindentifikasi peluang dan tantangan bisnis di era Masyarakat Ekonomi Asean MEA
keuntungan dan kelemahan bisnis ritel